Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Hati-Hati! Salah Diet Bikin Susah Hamil

TRIBUNNEWS.COM - Wanita yang terobsesi untuk memiliki tubuh ramping hendaknya hati-hati dalam memilih pola diet yang ingin diterapkan.
Sebab pola diet yang salah bisa bikin hormon tak seimbang. Akibatnya wanita bisa mengalami masalah kesuburan alias susah hamil.
Ahli gizi dari Kraft Foods Phillippines, Joan Sumpio, RND, FPAN mengatakan kalau asupan gizi yang tidak seimbang bisa menyebabkan gangguan hormon. Kalau hormon mengalami masalah, segala aktifitas tubuh termasuk organ reproduksi bisa ikut terganggu.
"Anggap saja wanita tersebut mengalami gangguan menstruasi. Kalau siklus menstruasi tak menentu maka masa subur wanita tersebut juga tidak teratur. Jika masa subur tak teratur atau malah mengalami gangguan," ucap Joan.
Joan menambahkan kalau proses ovulasi membutuhkan nutrisi yang seimbang. Meski komposisi nutrisi yang dibutuhkan pada proses ovulasi belum diketahui secara tepat, tapi keberadaan nutrisi jelas berperan penting.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi zat besi dan tingkat kesuburan pada wanita. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi zat besi di dalam jumlah yang lebih tinggi memiliki tingkat resiko infertilitas yang lebih rendah.
Konsumsi zat besi hingga 41 mg/hari (batas maksimum yang aman untuk dikonsumsi adalah 45 mg/hari) dapat menurunkan tingkat resiko infertilitas hingga 62 persen. Sekedar catatan, masalah infertilitas yang diamati pada penelitian ini adalah masalah infertilitas yang berhubungan dengan proses ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur).
"Kalori juga dibutuhkan oleh wanita yang ingin hamil dan sedang hamil. Sayangnya banyak wanita menjauhi kalori karena takut gemuk," ujar Joan.
Karena itu Joan menyarankan agar para wanita yang ingin diet untuk mempertimbangkan pilihan dietnya. Jangan sampai karena salah makan lalu sulit hamil.
"Kalau perlu konsultasikan ke ahli gizi. Untuk apa tubuh langsing tapi punya gangguan hormon dan sulit punya anak," imbuh Joan

Tangkis Kebiasaan 'Ngemil' Dengan Yoga

REPUBLIKA.CO.ID, Semua orang tahu, menjaga berat badan tetap stabil itu susah, tak semudah bicara 'makan sedikit, banyak berolahraga. (Bila sesederhana itu, tentu anda tak menengok artikel ini). Satu hal yang harus diatasi adalah bagaimana menghadapi perasaan lapar tiba-tiba padahal jam makan belum lama berselang, keinginan ngemil dan godaan untuk mengunyah ini itu. Nah lho!
Bagaimana membuat menghindari serangan godaan yang datang sering tak kenal waktu. Berikut ini ada lima tips yang diberikan oleh Real Age.

Praktekan meditasi pikiran. Coba habiskan waktu paling tidak 7 menit saja untuk fokus dan mengenali, menerima bahkan menerima godaan mengemil anda ketimbang mengabaikan atau menekannya agar hilang. Mereka yang melakukan meditasi dan mengenali hasrat  ingin ngemil biasanya mudah meredakan dorongan tersebut lebih baik. Berikut ini trik lain untuk menikmati makanan juga dengan pikiran sehingga anda tidak makan berlebih.

Berdiri dan bergeraklah.
Ini disarankan terutama bagi anda yang doyan ngemil coklat. Berjalan akan dengan cepat menurunkan hasrat mengudap coklat meski dorongan sangat besar. Pasalnya aktivitas ini menstimulasi zat kimia otak yang menimbulkan perasaan nyaman sehingga meninggikan semangat anda.

Jangan diam, lakukan sesuatu jika perlu sit up. Saat terbaik adalah ketika iklan di TV sedang tayang. Anda akan mengubah hasrat mengudap anda saat itu juga. Orang dewasan dan anak-anak menyantap kudapan lebih banyak justru setelah melihat pertunjukkan TV yang dipenuhi iklan makanan.
Cobalah yoga. Selain membuat anda lebih kuat, lentur dan tenang, yoga membantu anda mengenali hasrat makan anda, membuat anda mengetahui apakah anda benar-benar lapar atau hanya bosan. Lakukan seri gerak sederhana untuk latihan ringan menyenangkan.

Kunyah saja kudapan yang sulit untuk tidak anda pikirkan
. Kadang upaya melunakan dorongan mengudap justru membuat hasrat itu kian besar. Begitu anda lepas, anda bisa-bisa menghabiskan seluruh kantong kue. Jadi, ambil saja beberapa keping kecil kudapan yang sejak tadi anda pikirkan. Santai dan nikmati setiap gigitannya dan rasakan nikmatnya secara keseluruhan. Setelah itu selesai.

yahoo.com

Sarapan Kue Coklat Bantu Turunkan Berat Badan

Ghiboo.com - Jika Anda sedang mencoba menurunkan berat badan dengan menjalani diet ketat dan menjauhi pengonsumsian makanan manis, sepertinya Anda perlu memikirnya kembali.
Peneliti Israel mengatakan makan makanan penutup (dessert), seperti sepotong kue coklat atau makanan manis lainnya di pagi hari malah membantu menurunkan berat badan Anda.
Pagi hari dianggap menjadi waktu terbaik untuk mengonsumsi makanan manis karena saat itulah metabolisme tubuh paling aktif.
"Kuncinya adalah manjakan diri Anda di pagi hari. Pada saat ini metabolisme tubuh sedang berada di puncak dan kita bisa membuang kalori ekstra sepanjang hari, "jelas pemimpin riset, Profesor Daniela Jakubowicz, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/2).
Peneliti merekrut 193 orang dewasa obesitas yang tidak memiliki riwayat diabetes dan membaginya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi makanan rendah karbohidrat 300 kalori, sedangkan kelompok kedua diberi sarapan kaya protein dan karbohidrat, seperti cokelat atau makanan penutup manis lainnya, sehingga total energi menjadi 600 kalori.
Temuan yang dipublikasikan dalam journal Steroids menunjukkan setelah 16 minggu mereka yang hanya mengonsumsi makanan 300 kalori setiap sarapan dapat menurunkan berat badan rata-rata 22 pons, dibandingkan mereka yang diberi makanan manis, yaitu hanya 15 pons.
Diakhir penelitian setelah 32 minggu, ditemukan peserta yang diberi makanan manis dilaporkan berhasil menurunkan berat badan, rata-rata 40 pons lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberi makanan diet rendah kalori.
Tim peneliti dari Tel Aviv University menemukan memakan makanan penutup saat sarapan, seperti kue atau puding coklat yang mengandung protein dan karbohidrat dapat membantu orang yang sedang diet untuk menahan keinginan ngemil pada waktu siang dan sore hari.
"Peserta di kelompok makanan rendah karbohidrat merasa kurang puas dan kenyang. Hal ini justru membuat keinginan mereka mengkonsumsi gula dan karbohidrat semakin intens. Mereka jadi curang terhadap rencana diet mereka sendiri. Sebaliknya, kelompok yang asupan kalorinya lebih tinggi dan mengonsumsi dessert, kecanduan makanannya nanti akan berkurang," tambahnya.

Ancaman Diet Protein Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak sedikit orang yang memilih diet protein tinggi untuk mendapatkan tubuh ideal dalam waktu cepat. Meski diakui efektif menurunkan berat badan instan dan hasilnya memuaskan, ternyata diet itu juga menyimpan ancaman.

"Ginjal harus bekerja keras untuk menyaring protein yang tinggi itu, akibatnya terjadi pengendapan kalsium serta 
magnesium pada ginjal yang mengakibatkan kristal atau batu ginjal," ujar Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada sebuah edukasi media di Jakarta, Selasa (6/3).

Saptawati memaparkan, 80 persen penyebab timbulnya batu pada saluran kemih adalah karena pengendapan kalsium. Dikatakannya, diet protein tinggi ternyata tidak hanya bisa meningkatkan produksi batu ginjal, namun juga bisa menaikkan risiko terpapar kanker usus pada pelaku.

Pelaku diet protein tinggi ini memang lebih banyak mengkonsumsi daging atau sumber protein sejenis, namun seringkali melupakan karbohidrat, serat dan asupan cairan yang cukup untuk tubuh.

Akibatnya, badan akan menjadi lemas karena kurangnya karbohidrat. Usus juga menimbun banyak lemak karena kurangnya asupan serat, serta timbulnya dehidrasi akibat kadar protein yang terlalu tinggi pada tubuh.
"Pelaku diet protein tinggi memang badannya bagus-bagus, tapi akhirnya banyak yang harus menjalani Hemodialisis atau terapi cuci darah," tukas dia.

credit: yahoo.com